Jumat, 25 November 2016

Bulan Terbelah di Langit Amerika - Hanum Salsabiela

Sekitar 4 hari yang lalu aku diberi saran oleh temanku, untuk download aplikasi IJakarta. Awalnya aku bingung, aplikasi apa itu. Setelah dia mengatakan bahwa itu aplikasi semacam Library Online aku langsung mencoba mendownloadnya karena aku adalah orang yang menyukai membaca. Sampai banyak orang menyindirku "Novel ae, uripmu kakean drama!" dan mereka sebenarnya belum menemukan apa artinya "bersyukur, ditegur, diyakinkan danvdiberi pelajaran" oleh Maha Segala-galanya melalui sebuah novel.

Setelah selesai download aplikasi IJakarta atau IJak, langsung aku search bacaan apa yg "mungkin" bisa menarik hati ini. Tidak semua novel tersedia, hanya yg ikhlas menyumbang dalam bentuk dokumen bacaan mereka dikumpulkan. Jadi teringat ketika berbincang bersama salah satu kawan tentang aplikasi baca online dan aku menampik kalau perusahaan percetakan bisa saja rugi dan terancam bangkrut padahal sebenernya menyenangkan membaca dalam bentuk dokumen online seperti ini.

Buku "Bulan Terbelah di Langit Amerika" menjadi buku pertama pilihanku. Halaman buku yang tertera sebanyak 355 halaman itu membuatu sedikit ragu untuk memulai membaca. Tapi karena rasa penasaran mendorongku untuk membacanya dan membandingkannya dengan filmnya, aku mulai membacanya. Cerita sepasang suami istri Hanum dan Rangga perjalanan ke luar negeri yaitu Amerika untuk menunaikan tugasnya di padu padankan dengan kisah heroik pesawat yang menubruk menara kembar WTC 9/11 oleh teroris yang mengatas namakan "Jihad sebagai seorang Muslim" membuat tema judul majalah yg akan diangkat Hanum yaitu "Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?" dapat dilihat dari banyak sisi, yg meluruskan semua agama sebenarnya sama saja, mereka percaya ada Sang Maha Segalanya yg tidak bisa dinalar dengan logika. Heroik, religius, tidak khusus untuk pembaca Muslim dan Universal. Memberi pelajaran, menambah syukur, berasa tersindir karena banyak kekurangan dalam keyakinan, campur aduk rasanya. Jadi asli novel ini lanjut recomended buat kalian. Tapi ngomong-ngomong apakah Hanum dalam cerita sama dengan penulis buku Hanum Salsabiela ?? Nggak sia sia pinjem dikasih waktu hanya 2 hari kemudian mau lanjut harus antri dulu.

P.s : maafkan gambar cover nggak ada dan ada kutipan menarik untuk dijadikan gambar.

Kamis, 20 Oktober 2016

Menjadi Djo - Dyah Rinni


Ini judulnya "Menjadi Djo" D J O bukan D I O, beda. Mau sekedar ngasih opini dari buku ini. Novel ini aku beli pas ada diskon di Gramedia 20k, iseng iseng soalnya udah semester tua. Covernya lucu, bolak balik aku kira gambar benang itu rambut rontok. Sayang, aku gak tau ini ada pembatasnya apa enggak, yg jelas aku gak dapet pembatas. Gak tau kelewatan atau lupa kata-kata di cover yg "karena KEYAKINAN menghapuskan KETAKUTAN" ada disebelah mana . Ada 1 kalimat yg aku garis bawahin karena aku suka yaitu "Katanya, di wajah seorang sahabat, kita melihat diri kita sendiri."

Kalau masalah isi bahasanya ringan, alurnya jelas dari si A Guan kecil sampai lulus ganti nama Djohan. Selain ada kisah percintaan, persahabatan, keluarga, disini bahas tentang suatu keturunan Cina yg sebenernya WNI asli. Rasis, minoritas, diskriminasi, kejawab sama Djo kalau dia setia di Indonesia. Sempat dibahas tentang G 30S PKI di Medan hanya sedikit, yg menimbulkan penasaran karena banyak sudut tentang peristiwa sejarah itu. Recomended

Selasa, 23 Agustus 2016

Ayah karya Andrea Hirata


Untuk pertama kali saya membaca novel karya Andrea Hirata, padahal sudah muncul novel bahakan dijadikan suatu film "Laskar Pelangi". Novel judul Ayah ini menceritakan kesetiaan seseorang bernama Sabari terhadap cinta pertama dan terakhirnya bernama Marlena. Sabari bahkan sempat menikah dengan Marlena lantaran Marlena hamil diluar nikah. Anak yg dilahirkan Marlena oleh Sabari diberi nama Zorro yg kemudian diganti oleh Marlena menjadi Amiru. Banyak sisi positif yg dapat diambil dari kisah ini, inspiratif. Bahasa dalam novel ini mudah dipahami, ringan dengan campuran bahasa Belatik Melayu Indo. Namun, masih belum memberikan jawaban untuk saya tentang lebih banyak rahasia tentang seorang ayah sekaligus sebagai suami. Recomemded !!!

Senin, 11 Juli 2016

Tahun Depan, Depan nya, Seterusnya


Sekarang usiaku 21 tahun, papaku 51 tahun dan ibuku 46 tahun.
Tahun depan usia ku 22 tahun yg tentunya sudah harus bekerja atau paling tidak menambah pendidikan 1 tahun untuk menempuh gelar profesi sebagai seorang insinyur. Papaku 52 tahun dan ibuku 47 tahun.
Papa pensiun sekitar 6 tahun lagi dari usiaku sekarang, berarti kurang lebih usiaku 27 tahun, papaku 57 tahun dan ibuku 52 tahun. Setidaknya diusia tersebut aku sudah sukses bekerja, menikah dan memberikan cucu. Usia adekku pertama 6 tahun lagi 26 tahun yg tentunya sudah bekerja dan sudah menikah, adekku kedua 21 tahun sudah hampir lulus kuliah dan adekku laki-laki satu-satunya berusia 17 tahun, masih sangat muda. Setidaknya aku harus bisa membantu membiayai kedua adekku sampai mereka lulus berpendidikan dan mendapatkan pekerjaan.
Andai bisa menghentikan waktu agar setiap hari adalah hari ini dan tidak berganti, betapa pemikiran pengecut seperti ini. Sekarang belum ada pandangan apa-apa, belum ada mimpi apa-apa, yg jelas niat dari awal untuk membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua dunia hingga akhirat Lillahita'ala. Usaha, semoga Allah memberikan jalan :)

Jumat, 20 Mei 2016

Novel pertama ayah Pidi Baiq yg udah bikin jatuh cinta sama tokoh utamanya "Dilan". Ini seri pertama dan masih ada seri lanjutannya, nanti saya posting edisi ke 2 Dilan dan saya sampai sekarang masih menunggu "Suara Dilan untuk Milea"
Bagaimana bisa baru siang tadi membaca beberapa lembar sudah mulai mengagumi bahkan menginginkan sosok "Dilan" ... "Tapi aku belum mencintaimu, enggak tahu kalau sore.... Pemberitahuan: sejak sore kemarin, aku sudah mencintaimu-Dilan" ... #NovelIndonesia #Dilan #PidiBaiq