Sekarang 21 Juli 2017 dan saya sudah lupa kenapa saya memilih nama "NandaBluePrincess", selamat membaca postingan saya. Saran saya "BERPIKIRAN LUAS, JANGAN MUDAH SETUJU atau MARAH". Tidak sependapat? Jelas boleh. Kritik dan Saran sangat diterima. Maaf apabila ada "yg merasa" tersinggung, tidak ada maksud apa-apa, mungkin pada saat itu "kalian" hanyalah pemanis semata. Kecup manja untuk penerus Bangsa, terus membaca !!!!
Jumat, 20 Mei 2016
Catatan Pendek untuk Cerita yg Panjang - Boy Candra
Novel ini yg maaf novel brengsek yg pernah
saya baca. "Catatan Pendek untuk Cinta yg Panjang karya Boy Candra" awal membaca seperti "bener ini, bener kayak gini rasanya" tapi lama kelamaan seperti membaca curhatan laki2 tentang perjalanan cintanya tentunya pasti sama seperti kisah beberapa perempuan (ehem..) hampir putus asa membacanya ketika mulai tersudut seperti "perempuan jahat" yg harusnya saya melakukan pembelaan. Entah kebetulan memiliki "kisah hampir sama" membuat beberapa part, saya sependapat dengan "dsuperboy". Kenapa harus ditinggalkan tanpa adanya pembicaraan, bukannya jika ada salah satu yg salah harus diberitahu dan diperbaiki bersama,bukan ditinggalkan? Ketika mulai mencoba membuka hati bukankah sudah dijelaskan "butuh sedikit waktu lagi biar kita begini dulu", tetapi kenapa ditinggalkan juga? biarkan itu menjadi kisah masa lalu tentang mereka karena sepertinya memang benar2 "tidak menginginkan". TIDAK ADA maksud apa2 hanya saja buku ini sungguh2 keren sekali :) ringan dan memainkan perasaan. #novel #Indonesia #keren #recomended
"Hujan - Tere Liye"
Akhirnya, satu lagi novel karya Tere Liye setelah "Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin" sekarang novel "Hujan" ini yg bener bener membawa pembaca bisa ikut merasakan maksud dari ceritanya. Ini novel Tere Liye yg menurut saya sebagai pembaca memiliki bahasa ringan tidak seperti "Rindu" yg menurut saya berat untuk dibaca.
"Hujan" menceritakan jaman 10 atau puluhan tahun lagi terhitung sekarang di tahun 2016, dimana sudah tersedia teknologi2 canggih dan sangat canggih. Namun kecanggihan itu membuat manusia semakin rakus dan lupa terhadap alam. Hingga bencana pertama tiba letusan gunung yg super dahsyat seperti Gunung Krakatau, yg memunahkan sebagian besar manusia di dalamnya. Tidak semuanya menceritakan kerakusan manusia, ada tokoh utamanya Lail dan Esok dimana mereka dipertemukan ketika hendak menyelamatkan diri dari lorong kereta bawah tanah yg hancur ketika gempa susulan datang. Lail saat gunung merapi meletus berusia 13 tahun yg kehilangan ayah dan ibunya karena bencana besar tersebut. Beruntung ada Esok yg berusia 15 tahun menyelamatkannya dan awal kisah itupun bermulai.
"Hujan", tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan dan tentang hujan. Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yg turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya (halaman 201). Ada orang orang yg kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap dihati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yg tidak bisa dijelaskan. Menerimanya justru membawa kedamaian (halaman 255). Bukan seberapa lamaumat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagian, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat semua hal menyakitkan yg mereka alami (hal 317). Bukan melupakan yg jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yg bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan (halaman 318).
RECOMENDED NOVEL BUAT YG SUKA BACA NOVEL !!!
"Hujan" menceritakan jaman 10 atau puluhan tahun lagi terhitung sekarang di tahun 2016, dimana sudah tersedia teknologi2 canggih dan sangat canggih. Namun kecanggihan itu membuat manusia semakin rakus dan lupa terhadap alam. Hingga bencana pertama tiba letusan gunung yg super dahsyat seperti Gunung Krakatau, yg memunahkan sebagian besar manusia di dalamnya. Tidak semuanya menceritakan kerakusan manusia, ada tokoh utamanya Lail dan Esok dimana mereka dipertemukan ketika hendak menyelamatkan diri dari lorong kereta bawah tanah yg hancur ketika gempa susulan datang. Lail saat gunung merapi meletus berusia 13 tahun yg kehilangan ayah dan ibunya karena bencana besar tersebut. Beruntung ada Esok yg berusia 15 tahun menyelamatkannya dan awal kisah itupun bermulai.
"Hujan", tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan dan tentang hujan. Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yg turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya (halaman 201). Ada orang orang yg kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap dihati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yg tidak bisa dijelaskan. Menerimanya justru membawa kedamaian (halaman 255). Bukan seberapa lamaumat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagian, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat semua hal menyakitkan yg mereka alami (hal 317). Bukan melupakan yg jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yg bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan (halaman 318).
RECOMENDED NOVEL BUAT YG SUKA BACA NOVEL !!!
Minggu, 08 Mei 2016
House of Silk - Anthony Horowitz
"Tetapi manusia terbaik pun punya setan mereka sendiri..."
A House of Silk karya Anthony Horowitz yg mengisahkan salah satu perjalanan detektif hebat "Sherlock Holmes" dan sahabat terbaiknya "Dr. Watson". Di dalam novel ini dikisahkan tentang pemecahan masalah yg harus diselesaikan Holmes sebagai salah satu tokoh utamanya dimana Holmes adalah seorang detektif cerdik. Holmes sendiri harus melalui fitnah yg menjerumuskannya ke dalam penjara "Holloway" demi memecahkan permasalahannya. Terdapat 2 permasalahan yg uniknya saling terkait pada satu titik point keluarga "Carstairs" dimana satunya misi balas dendam atas kematian pasukan dan saudara kembar "O'donaghue" dan satu lagi kematian Ross akibat "Rumah Sutra". Dari sini terlihat kasus kekerasan terhadap "anak" akibat kelakuan bejat oknum-oknum tertentu terutama mereka yg berkuasa untuk memenuhi hawa nafsunya yg sudah kehilangan akal jika mereka menyebut mereka manusia, dan mirisnya semakin berkembangnya peradaban zaman "manusia" mereka nenyebut diri mereka seperti itu saat ini sama sama melakukan kekerasan terhadap anak meskipun mereka bukan oknum ber duit dan ber jabatan. Dibutuhkan manusia pemberani dan "bandel" untuk menjadi seperti Holmes.
Novel ini novel terjemahan pertama dan novel petualangan pertama yg menarik minat saya sebagai salah satu pengagum novel terutama novel percintaan. Melalui kisah yg dituangkan penulis, menginginkan saya untuk membaca lebih banyak lagi tentang petualanagan san detektif yg mengagumkan.
A House of Silk karya Anthony Horowitz yg mengisahkan salah satu perjalanan detektif hebat "Sherlock Holmes" dan sahabat terbaiknya "Dr. Watson". Di dalam novel ini dikisahkan tentang pemecahan masalah yg harus diselesaikan Holmes sebagai salah satu tokoh utamanya dimana Holmes adalah seorang detektif cerdik. Holmes sendiri harus melalui fitnah yg menjerumuskannya ke dalam penjara "Holloway" demi memecahkan permasalahannya. Terdapat 2 permasalahan yg uniknya saling terkait pada satu titik point keluarga "Carstairs" dimana satunya misi balas dendam atas kematian pasukan dan saudara kembar "O'donaghue" dan satu lagi kematian Ross akibat "Rumah Sutra". Dari sini terlihat kasus kekerasan terhadap "anak" akibat kelakuan bejat oknum-oknum tertentu terutama mereka yg berkuasa untuk memenuhi hawa nafsunya yg sudah kehilangan akal jika mereka menyebut mereka manusia, dan mirisnya semakin berkembangnya peradaban zaman "manusia" mereka nenyebut diri mereka seperti itu saat ini sama sama melakukan kekerasan terhadap anak meskipun mereka bukan oknum ber duit dan ber jabatan. Dibutuhkan manusia pemberani dan "bandel" untuk menjadi seperti Holmes.
Novel ini novel terjemahan pertama dan novel petualangan pertama yg menarik minat saya sebagai salah satu pengagum novel terutama novel percintaan. Melalui kisah yg dituangkan penulis, menginginkan saya untuk membaca lebih banyak lagi tentang petualanagan san detektif yg mengagumkan.
Kamis, 21 April 2016
Belum Saatnya Pejuang untuk Tidur (1)
"Dead anytime", mati itu bisa kapanpun dan percaya semua makhluk di alam semesta ini pasti akan mati. "Task everytime", terutama untuk anak kuliahan tugas berasa kayak aliran sungai mengalir tiada henti apalagi revisian ? Pejuang ilmu seharusnya tidak boleh mengeluh, karena kita sedang berjuang di jalan Allah untuk mendapatkan dan memberikan ilmu yg bermanfaat. Seperti yg kita ketahui dalam agama Islam (dan mungkin terdapat dalam ajaran agama lain karena kita memiliki Tuhan) terdapat 3 amalan yg "Insyaallah" tidak akan terputus hingga di akherat nanti yaitu anak yg shaleh/shalehah, ilmu yg bermanfaat dan amal jariyah. Kenapa saya mengatakan insyaallah, karena semua tergantung pada sisi "manusia" yg menjalankan. Saya cinta Allah dan Rasulullah, sehingga saya percaya atas apa yg Allah firman kan dan atas apa yg Nabi Muhammad sabda kan.
Saya tidak akan membahas ketiga amalan tersebut karena banyak dan sudah terpercaya untuk membahas ketiga amalan tersebut. Saya akan membahas tentang "belum saatnya pejuang untuk tidur", disini pejuang yg saya maksud adalah kita-kita yg sedang berjuang menimba ilmu untuk membahagiakan orang tua kita karena ridha orang tua adalah ridha Allah. Tentunya dengan mengutamakan Allah diatas segalanya. Meskipun tugas sebanyak apapun, revisian tiada kunjung henti, dosen yg tiada kunjung punya waktu, teman kerja tim yg aduhai, dan masih banyak rintangan lain, ingat tujuan kita ingat perjuangan orang tua kita jangan pernah mengeluh. Pejuang hanya butuh "istirahat" sejenak, belum saatnya untuk "tidur".
Kalaupun saatnya "tidur", ingat selalu menjadi lebih baik karena Allah, berjuang untuk Allah dan Rasulullah, kalian harus menjadi pejuang yg mati syahid khusnul khotimah di jalan Allah. Tetapi bukan berarti menjadi teroris yg mengatasnamakan Allah, karena tidak ada pejuang pengecut membunuh saudaranya dan mengatas namakan Allah. Bacakan Al Fatihah khususnya untuk orang tua mu dn sanak saudara, baik yg sudah dipanggil duluan atau masih ada di dunia. Jangan putuskan silaturahmi :)
Semoga panjang umur dan sehat selalu, karena "Belum saatnya pejuang untuk tidur"
Saya tidak akan membahas ketiga amalan tersebut karena banyak dan sudah terpercaya untuk membahas ketiga amalan tersebut. Saya akan membahas tentang "belum saatnya pejuang untuk tidur", disini pejuang yg saya maksud adalah kita-kita yg sedang berjuang menimba ilmu untuk membahagiakan orang tua kita karena ridha orang tua adalah ridha Allah. Tentunya dengan mengutamakan Allah diatas segalanya. Meskipun tugas sebanyak apapun, revisian tiada kunjung henti, dosen yg tiada kunjung punya waktu, teman kerja tim yg aduhai, dan masih banyak rintangan lain, ingat tujuan kita ingat perjuangan orang tua kita jangan pernah mengeluh. Pejuang hanya butuh "istirahat" sejenak, belum saatnya untuk "tidur".
Kalaupun saatnya "tidur", ingat selalu menjadi lebih baik karena Allah, berjuang untuk Allah dan Rasulullah, kalian harus menjadi pejuang yg mati syahid khusnul khotimah di jalan Allah. Tetapi bukan berarti menjadi teroris yg mengatasnamakan Allah, karena tidak ada pejuang pengecut membunuh saudaranya dan mengatas namakan Allah. Bacakan Al Fatihah khususnya untuk orang tua mu dn sanak saudara, baik yg sudah dipanggil duluan atau masih ada di dunia. Jangan putuskan silaturahmi :)
Semoga panjang umur dan sehat selalu, karena "Belum saatnya pejuang untuk tidur"
Selasa, 22 Maret 2016
Putri Kecil Mereka... Selamanya
Orang tua, mereka terdiri dari ayah dan ibu. Ayah yg seperti ibu dan ibu seperti ayah... Tidak semua anak yg beruntung memiliki orang tua lengkap atau kasih sayang dari orang tua lengkap, tapi bagaimanapun juga entah kapanpun itu jika kalian anak-anak yg beranggapan dan tidak menyayangi orang tua kalian karena ada suatu masalah "tertentu", percayalah orang tua kalian selalu menganggap kalian pangeran dan putri kecil mereka. Untuk kalian anak-anak yg ditinggalkan orang tuanya menuju "surga terindah", doakan mereka disana jagalah diri kalian agar mereka bahagia disana, ketahuilah mereka menyayangi kalian. Allah menyayangi kalian sebagai anak-anak yg dititipkan kepada orangtua, bahkan percayalah ambil sisi positif nya ketika Allah "menguji" kalian
Kapan terakhir kali kalian mengatakan sayang kepada ayah dan ibu kalian ? Kapan terakhir kali kalian mencium tangan kedua orang tua kalian ? Kapan terakhir kali kalian memeluk mereka ? Kapan terakhir kalian nerindukan mereka ? Seberapa sering kalian memikirkan mereka ?
Ingatkah kalian ? Ketika menangis tengah malam waktu bayi ? Ingatkah kalian ketika buang besar dicelana dalam ? Ingatkah siapa yg akan melindungi kalian ketika kalian ketakutan ? Taukah kalian siapa yg paling khawatir tentang kalian ketika kalian berada jauh dari mereka? Taukah kalian siapa yg mempercayai kalian ketika tidak ada yg mempercayai kalian ? Siapakah yg selalu memberi dukungan kepada kalian ketika terpuruk ? Siapakah yg selalu mendoa kan kalian tiada henti-hentinya ? Kemana lagi kalian pergi ketika banyak orang mencampakanmu ? Ingat kita didunia ini hanya memiliki Allah dan semua yg dititipkanNya termasuk orang tua.
Hal ini mengingatkanku kepada orang tuaku yg Alhamdulillah aku termasuk salah satu anak yg beruntung memiliki mereka. Saat ini ketika aku menuliskan ini, aku berada jauh dari orang tua karena tuntutan pendidikan dan saat ini juga aku berada dipuncak-puncaknya "underpressure" karena sudah semester 6. Tau kan ketika perempuan (seperti kami) bawaannya pengen nikah mulu, itu menjadi salah satu yg ingin aku bahas. Ketika ditimpa permasalahan klasik yg sama seperti tahun awal perkuliahan yaitu "kelompok seperti individu". Tidak perlu aku bahas karena itu bukan konten yg ingin aku bahas sekarang. Aku suka sekali mengeluh padahal itu tidak boleh dan aku tau itu. Tempat pertama aku menumpahkan segala keluhanku "hanya" tentang pendidikan dan segala sesuatu yg berkaitan dengan itu adalah Papaku (yg sudah aku kisahkan di post sebelumnya). Hanya papaku yg tau ketika aku menangis karena depresi ini itu meskipun tidak semua depresi aku sampaikan kepadanya. Bukan berarti aku tidak mau berbagi depresiku ke ibuku, tapi karena sifat ibu yg terlalu sayang kepada anak-anaknya dan akan memikirkan permasalahan anaknya aku tidak menginginkan ibu sakit. Aku tau jika papa ku tidak jauh berbeda dengan ibuku, tapi karena Allah memberikan sesuatu yg berbeda dari kaum Adam dan Hawa, aku menumpahkan keluh kesahku kepada beliau papaku. Satu sifat laki-laki bahkan tidak semua laki-laki yg tidak dimiliki sebagian besar perempuan adalah cara mereka berpikir dan mengambil solusi dari suatu permasalahan yg tidak diiringi dengan rasa panik berlebih (meskipun aku tau adik perempuanku memiliki sifat seperti papaku). Itulah sifat laki-laki yg keren, maka dari itu aku menyukai laki-laki. Tak jarang aku mengatakan "Pa, nggak pengen nikahin anaknya ? " meskipun sambil bercanda dan beliau pura-pura tidak mendengar ucapanku tetapi mengalihkan pembicaraan. Hingga beberapa saat kemarin ketik kami bertelpon ria beliau menanyakan
"Rencana habis selesai kuliah mau lanjut dimana ? Kalau mau lanjut yg kayak papa ... (membicarakan tempat beliau bekerja)"
nggak dengan iseng dan nggak terlalu serius aku menjawab beliau "aku pengen nikah"
Ini pertama kalinya beliau membahas ucapanku yg nggak terlalu bercanda dan tak terlalu serius "yo jangan" kemudian kami bercanda karena aku tau dari nada bicara beliau, itu larangan serius. Aku ingat ketika kamu (yg di Bogor sana) kemudian membahas statusku yg intinya "belum dapat lampu ijo dari papa" dan satu alasan yg aku sesalkan tentang jawabanku atas pertanyaanmu kenapa masih dilarang adalah "karena pendidikan nggak gratis maka harus ada feedback untuk orangtua". Aku tau dan aku nggak terlalu berharap kamu disana menanyakan itu khusus untuk aku atau karena aku juga wanita dan untuk menjawab pertanyaanmu untuk wanita lain, aku mulai menyerah tentang kamu dan aku sudah berdoa yg terbaik buat kamu dan aku "tulang rusuk dan pemiliknya takkan pernah tertukar. Dan akan bertemu pada saatnya" ... (diluar konten ini). Kembali ke pembahasan, lama aku berpikir dan aku merasa ada satu rahasia kecil dari larangan tersebut bahwa papa tidak ingin kehilangan putri kecilnya (meskipun aku anak pertama dari 4 bersaudara). Menikah, itu masa dimana tanggung jawab orang tua kepada anaknya (meski tidak semua) sudah digantikan kepada halalnya terutama bagi seorang anak perempuan, tanggung jawab orangtua akan digantikan kepada suami. Papa masih belum siap seperti itu, papa masih ingin aku bersama mereka (dan akupun selalu berharap bersama mereka selamanya). Rahasia kecil itu pun untuk saat ini aku gunakan sebagai alasanku untuk jangan "menikah dulu" (selain belum bertemu pemilik tulang rusuk ini). Disisi lain ada kontra dalam benak kalau semakin cepat menikah semakin banyak dosa yg fapat dihindari karena sudah memiliki yg halal.
Bagaimanapun aku akan menjadi dan selamanya adalah putri kecil mereka :) alhamdulillah... semoga kalian (orang tua) disediakan surga terindah dan semoga kami (anak) tidak membuat kalian mendapat balasan neraka karena perilaku dan hidup kami sebagai anak yg tidak mematuhi kalian. Panjang umur sehat selalu karena aku cinta kalian amin
Kapan terakhir kali kalian mengatakan sayang kepada ayah dan ibu kalian ? Kapan terakhir kali kalian mencium tangan kedua orang tua kalian ? Kapan terakhir kali kalian memeluk mereka ? Kapan terakhir kalian nerindukan mereka ? Seberapa sering kalian memikirkan mereka ?
Ingatkah kalian ? Ketika menangis tengah malam waktu bayi ? Ingatkah kalian ketika buang besar dicelana dalam ? Ingatkah siapa yg akan melindungi kalian ketika kalian ketakutan ? Taukah kalian siapa yg paling khawatir tentang kalian ketika kalian berada jauh dari mereka? Taukah kalian siapa yg mempercayai kalian ketika tidak ada yg mempercayai kalian ? Siapakah yg selalu memberi dukungan kepada kalian ketika terpuruk ? Siapakah yg selalu mendoa kan kalian tiada henti-hentinya ? Kemana lagi kalian pergi ketika banyak orang mencampakanmu ? Ingat kita didunia ini hanya memiliki Allah dan semua yg dititipkanNya termasuk orang tua.
Hal ini mengingatkanku kepada orang tuaku yg Alhamdulillah aku termasuk salah satu anak yg beruntung memiliki mereka. Saat ini ketika aku menuliskan ini, aku berada jauh dari orang tua karena tuntutan pendidikan dan saat ini juga aku berada dipuncak-puncaknya "underpressure" karena sudah semester 6. Tau kan ketika perempuan (seperti kami) bawaannya pengen nikah mulu, itu menjadi salah satu yg ingin aku bahas. Ketika ditimpa permasalahan klasik yg sama seperti tahun awal perkuliahan yaitu "kelompok seperti individu". Tidak perlu aku bahas karena itu bukan konten yg ingin aku bahas sekarang. Aku suka sekali mengeluh padahal itu tidak boleh dan aku tau itu. Tempat pertama aku menumpahkan segala keluhanku "hanya" tentang pendidikan dan segala sesuatu yg berkaitan dengan itu adalah Papaku (yg sudah aku kisahkan di post sebelumnya). Hanya papaku yg tau ketika aku menangis karena depresi ini itu meskipun tidak semua depresi aku sampaikan kepadanya. Bukan berarti aku tidak mau berbagi depresiku ke ibuku, tapi karena sifat ibu yg terlalu sayang kepada anak-anaknya dan akan memikirkan permasalahan anaknya aku tidak menginginkan ibu sakit. Aku tau jika papa ku tidak jauh berbeda dengan ibuku, tapi karena Allah memberikan sesuatu yg berbeda dari kaum Adam dan Hawa, aku menumpahkan keluh kesahku kepada beliau papaku. Satu sifat laki-laki bahkan tidak semua laki-laki yg tidak dimiliki sebagian besar perempuan adalah cara mereka berpikir dan mengambil solusi dari suatu permasalahan yg tidak diiringi dengan rasa panik berlebih (meskipun aku tau adik perempuanku memiliki sifat seperti papaku). Itulah sifat laki-laki yg keren, maka dari itu aku menyukai laki-laki. Tak jarang aku mengatakan "Pa, nggak pengen nikahin anaknya ? " meskipun sambil bercanda dan beliau pura-pura tidak mendengar ucapanku tetapi mengalihkan pembicaraan. Hingga beberapa saat kemarin ketik kami bertelpon ria beliau menanyakan
"Rencana habis selesai kuliah mau lanjut dimana ? Kalau mau lanjut yg kayak papa ... (membicarakan tempat beliau bekerja)"
nggak dengan iseng dan nggak terlalu serius aku menjawab beliau "aku pengen nikah"
Ini pertama kalinya beliau membahas ucapanku yg nggak terlalu bercanda dan tak terlalu serius "yo jangan" kemudian kami bercanda karena aku tau dari nada bicara beliau, itu larangan serius. Aku ingat ketika kamu (yg di Bogor sana) kemudian membahas statusku yg intinya "belum dapat lampu ijo dari papa" dan satu alasan yg aku sesalkan tentang jawabanku atas pertanyaanmu kenapa masih dilarang adalah "karena pendidikan nggak gratis maka harus ada feedback untuk orangtua". Aku tau dan aku nggak terlalu berharap kamu disana menanyakan itu khusus untuk aku atau karena aku juga wanita dan untuk menjawab pertanyaanmu untuk wanita lain, aku mulai menyerah tentang kamu dan aku sudah berdoa yg terbaik buat kamu dan aku "tulang rusuk dan pemiliknya takkan pernah tertukar. Dan akan bertemu pada saatnya" ... (diluar konten ini). Kembali ke pembahasan, lama aku berpikir dan aku merasa ada satu rahasia kecil dari larangan tersebut bahwa papa tidak ingin kehilangan putri kecilnya (meskipun aku anak pertama dari 4 bersaudara). Menikah, itu masa dimana tanggung jawab orang tua kepada anaknya (meski tidak semua) sudah digantikan kepada halalnya terutama bagi seorang anak perempuan, tanggung jawab orangtua akan digantikan kepada suami. Papa masih belum siap seperti itu, papa masih ingin aku bersama mereka (dan akupun selalu berharap bersama mereka selamanya). Rahasia kecil itu pun untuk saat ini aku gunakan sebagai alasanku untuk jangan "menikah dulu" (selain belum bertemu pemilik tulang rusuk ini). Disisi lain ada kontra dalam benak kalau semakin cepat menikah semakin banyak dosa yg fapat dihindari karena sudah memiliki yg halal.
Bagaimanapun aku akan menjadi dan selamanya adalah putri kecil mereka :) alhamdulillah... semoga kalian (orang tua) disediakan surga terindah dan semoga kami (anak) tidak membuat kalian mendapat balasan neraka karena perilaku dan hidup kami sebagai anak yg tidak mematuhi kalian. Panjang umur sehat selalu karena aku cinta kalian amin
Langganan:
Postingan (Atom)



