Minggu, 21 Februari 2016

Cerita tentang Kita part 1

21.02.2016

Today is so special ... bukan hanya karena ditanggal dan bulan ini di tahun 1995 aku dilahirkan, tetapi laki-laki yg aku jadikan panutan, laki-laki pertama dan selamanya akan aku hormati dan sayangi itu bersedia menyanyikan lagu ulang tahun untukku. Semalam aku berpikir apakah aku akan menunggu lagi untuk mendapatkan ucapan darinya seperti di tahun-tahun sebelumnya. Laki-laki yg menjadi alasan aku untuk tetap bernapas dan berjuang setiap detiknya. Laki-laki itu telah memberikan segalanya untuk kami bahkan dengan nyawanya sekalipun. Laki-laki itu yg mengajarkan kami banyak hal, keikhlasan, perjuangan, bersyukur, menghargai, saling berbagi, bahkan laki-laki itu mengajari kami untuk merahasiakan apa yg seharusnya dirahasiakan.

Teringat ceritanya di masa lalu, dia hanya bercerita tetapi kami yg mendengarkan menjadi menangis. Ini akan ku tuliskan sekedar mengingatkan kalian agar tidak sekalipun menghujat atau membencinya, sekedar mengingatkan kembali betapa kalian harus bersyukur memiliki laki-laki ini, betapa kalian harus berjuang untuk bisa membayar peluh keringat darah mungkin dari laki-laki ini. Terlepas dari masa lalu kalian yg aku juga pernah nendengar dan bisa memahami perasaan kalian bahwa kalian pernah tidak diharapkan kehadirannya. Tapi ingatlah dan bersyukur, Allah membukakan dan mengetuk hati laki-laki ini untuk bertanggung jawab terhadap keberadaan kalian dengan penuh cinta dan kasih sepenuhnya. Dan inilah yg menjadi alasan kenapa aku sangat sangat mencintainya dan bersedia menyerahkan nafas hidupku untuk laki-laki ini termasuk juga untuk kalian. Pada malam itu ketika kita berkumpul di suatu ruangan, salah satu perempuan hebat yg setia dan selalu ada disamping laki-laki ini memulai pembicaraan. Laki-laki ini adalah anak kedua dari 5 bersaudara, dimana ayah dari laki-laki ini adalah salah satu pasukan pembela negara yaitu TNI. Karena memiliki banyak anak dan mereka (orang tua dari laki-laki ini) merasa tak sanggup untuk merawat anak sebanyak ini, laki-laki itu diberikan kepada seorang janda yg tidak memiliki keturunan. Namun malangnya, janda yg merawat laki-laki ini hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mungkin karena pada saat itu laki-laki ini masih kecil maka dia tidak pernah memberontak. Dia membantu janda yg merawatnya bahkan laki-laki ini begitu menyayangi janda tersebut layaknya ibu sendiri. Dia tidak pernah mengeluh meskipun setiap hari dia harus mengerjakan segala sesuatu layaknya seorang pembantu rumah tangga, makan dibelakang bukan dimeja seperti pembantu dan lebih parahnya di waktu senggang dia mengintip dari luar jendela untuk belajar dan menuliskan apa yg ia dapatkan diselembar daun dengan menggunakan sebatang lidi. Membahas pendidikan, laki-laki ini hanyalah seorang lulusan SMK namun aku sangat bangga dengan laki-laki ini bahkan ketika ada yg menanyaiku aku dengan tegas dan bangga mengatakan kalau laki-laki ini hanyalah lulusan SMK. Laki-laki ini tidak pernah menempuh bangku perguruan tinggi, tapi Alhamdulillah dia berkesempatan bekerja di tempat yg menyediakan diklat untuk saling mendapatkan ilmu. Kembali lagi tentang cerita masa lalu laki-laki ini, dia juga pernah waktu kecil ia terpaksa menusuk perut temannya dengan pensil karena pada saat itu ia tengah bermain di kuburan cina dan menemukan sebuah pensil kecil yg mungkin seseorang menjatuhkan pensil tersebut. Ketika ia ambil, ada seorang temannya yg tiba-tiba merebut pensil tersebut. Kalian tahu betapa laki-laki itu merasa sangat berbahagia menemukan pensil tersebut sehingga karea ia merasa ia yg nenemukan terlebih dahulu maka terlibat perkelahian hingga insiden itu terjadi. Syukurnya teman yg ia ajak berantem istilahnya, tidak terluka secara serius. Yg paling mengharukan ketika laki-laki ini bertemu dengan ayahnya, betapa tak merasa bahagia jika seorang anak sudah lama tidak bertemu dengan ayahnya kemudian dipertemukan. Namun Allah masih menguji kesabaran laki-laki ini, ayahnya yg berseragam itu tidak mengakui bahwa ia adalah anaknya. Bertahun-tahun ia lewati dengan kisah yg mungkin menyedihkan sehingga tidak secara detail ia bagikan dengan kami, ia bekerja membantu orang tuanya berjualan tahu karena ayah dari laki-laki ini dipecat dari TNI. Laki-laki ini sudah beranjak remaja untuk kembali ke orang tuanya dan pada saat itu janda yg sudah ia anggap seperti ibunya sendiri meninggal dunia. Hanya sebatas itu dia menyeritakan kesedihan masa lalunya, ia berhenti cerita karena kami mulai menangis. Aku merasa dunia tidak adil untuknya, karena orang tua dan saudara dari laki-laki itu tiba-tiba menjadi benalu yg hanya mengandalkan laki-laki itu ketika ia mulai hidup dengan baik. Maaf aku memang mengakui kalau aku mebenci mereka yg menjadi benalu mu dan selalu berdoa agar benalu-benalu tersebut segera dimusnahkan dari dunia ini. Tapi lagi-lagi laki-laki itu mengatakan bagaimanapun masa lalunya, mereka tetaplah orang tuanya.

21 tahun aku bersama dengan laki-laki itu, aku mengerti sifatnya karena selama bertahun-tahun aku juga merasakan roda berputar. Tidak hanya pada saat-saat menyenangkan saja tetapi masa-masa sulit pernah kami alami. Untuk kalian orang-orang yg tidak pernah mengerti tentang kami, jangan hanya bisa mengatakan dan mencibir hidup kami enak menyenangkan dan berkecukupan, karena tanpa laki-lali ini dan perempuan hebat disampingnya kami tidak akan menjadi sekarang. Aku memang salah satu perempuan miliknya yg paling disayang, tapi aku pernah merasakan pukulan dari celana panjang miliknya. Marah? Aku tidak pernah merasa marah dengannya karena aku tau banyak sekali yg laki-laki ini sembunyikan dari kita. Teringat kembali pada usiaku yg masih kecil. Ketika itu laki-laki ini masih sebagai pegawai biasa yg memiliki gaji belum seberapa. Untunglah ia mmiliki seorang perempuan hebat yg sabar dan pintar mengelola kebutuhan kami. Laki-laki ini terserang penyakit paru-paru pada saat itu, sehingga mau tidak mau perempuan hebat disampingnya menyisihkan sebagian uang untuk kesembuhan laki-laki ini. Pernahkah kalian memakan nasi dengan garam saja ? Atau pernahkah kalian memakan tokek goreng yg dipercaya dapat menyembuhkan gatal ? Kami pernah merasakan itu, dulu nasi telor goreng dan kecap sudah lebih dari mewah untuk kami meskipun kami juga pernah memakan daging sapi atau ayam. Aku teringat ketika perempuan hebat laki-laki ini sedang memiliki keperluan, saat itu kami seharian bersama laki-laki itu tentunya hal ini bukan asing untuk kami karena kami terlampau sering ikut laki-laki ini bemerja. Setelah mandi, laki-laki ini mengajakku ke teras rumah, ia menguncir rambut panjangku. Tentunya kunciran laki-laki ini berbeda dengan perempuan hebat yg selalu menguncirku. Ikatannya sangat kuat sehingga kepalaku sakit, aku tidak mengeluh karena selain aku masih kecil itu adalah hal pertama kali yg ia lakukan. Saat ini ketika pergi ke suatu tempat dan terpaksa harus melewati salah satu rumah sakit kecil di oinggir jalan besar, aku kembali teringat akan insiden besar dimana laki-laki ini mempertaruhkan nyawanya. Pada saat berangkat kerja, laki-laki ini terpaksa mengendarai sepeda bebek dan meminjamkan sepeda motor yg biasa ia gunakan ke adiknya. Tiba-tiba beberapa menit setelah ia berangkat, perempuan hebat kami, mendapatkan telepon dari laki-laki itu dan mengabarkan bahwa laki-laki itu mengalami kecelakaan. Entah aku tak mengingat bagaimana kami sampai ke rumah sakit itu dan melihat bahwa laki-laki itu mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya, namun ketika aku melihatnya dan menangis sejadi-jadinya di depannya laki-laki itu sempat mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Tidak terlalu serius lukanya hanya mematahkan tulang hidungnya saja. Tapi tak disangka lagi-lagi, Allah menguji kami dengan laki-laki itu kembali mengalami kecelakaan yg lebih parah yg membuat ia harus dirawat di ruang UGD beberapa hari karena tulang dibagian pundaknya patah. Aku membencinya karena aku tau pasti ada sesuatu yg ia pikirkan sampai-sampai ia mengalami insiden tersebut. Yg paling aku benci lagi ketika benalu-bebalu itu tidak sedikitoun mempedulikan keselamatan laki-laki yg sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya. Namun lagi-lagi laki-laki itu dan perempuan hebat disampingnya menasehati kami agar tidak boleh membenci saudara sedikitpun.

Begitu hebatnya mereka untuk kami, mereka adalah pasangan serasi meskipun tak jarang mereka bertengkar dihadapan kami. Hingga pertengkaran besar yg aku rasakan dari mereka adalah beberapa tahun lalu dimalam yg suci ketika Takbir dikumandangkan, aku tidak akan menceritakan pertengkaran besar seperti apa malam itu karena aku takut akan kembali membenci malam suci dan malam yg agung dimana tanpa disadari akan membenci Sang Pencipta. Aku bersyukur karena Allah memberikan kami banyak pelajaran melalui laki -laki ini. Kami bersyukur sangat-sangat bersyukur memiliki laki-laki ini dan menyebutnya sebagai papa dan tentunya tidak pernah terlupakan perempuan hebat disampingnya yg kami sebut sebagai ibu. Tidak bisa kami ucapkan dengan kata-kata bagaimana kami bersyukur memiliki mereka, hanya dengan doa dan usaha dari kami untuk mereka agar mereka selalu bahagia dunia akhirat serta bangga dengan kami. Aku selalu berdoa agar laki-laki itu dan perempuan hebat di sampingnya terhindar dari api neraka dan kelak ditempatkan di surga terindah Nya. I love you to the moon and untul I die because Allah, karena ridho Allah adalah ridho dari orang tua kami. Semoga kalian juga berbahagia dan menerima serta tidak menyia-nyia kan orang tua bagaimanapun keadaannya. Karena anak yg hebat tidak akan pernah durhaka terhadap orang tua mereka. Semoga bermanfaat...